Leave a comment

[1TAHUN TIPIS] MALING KUNDANG KONDANG -1-

MALING KUNDANG KONDANG -1-
oleh: Afnan (Ilmu Sejarah 2009)
dimuat pada Tipis Edisi November 2010

Jakarta...

Kundang, hidup di Jakarta bersama ibunya yang sudah tua renta. Ayahnya telah lama hilang sejak pelayarannya ke pantai selatan, memang pekerjaannya sebagai nelayan. Entah tidak ada kabar dan mereka menganggap ia telah meninggal ditelan ganasnya ombak pantai utara. Kundang adalah orang yang sangat liar dan kasar, ia hanya menyelesaikan sekolah di tingkat SMA dan tidak melanjutkan ke Universitas. Padahal ia anak yang sangat cerdas, karena benturan ekonomi yang membuat Kundang tidak melanjutkan sekolah dan ia menjadi orang yang sangat tidak mau diatur.

Kumuh...

Ibunya sudah bingung menghadapi tingkah laku Kundang yang semakin hari semakin menjadi–jadi. Ibunya hanyalah seorang tukang soto mie yang berkeliling menjajakan dagangannya. Mereka tinggal di pinggir kota Jakarta, tepatnya di ujung pemukiman kumuh Tanjung Priok yang kebersihannya benar–benar tidak terjamin. Kali yang berwarna hitam, sampah berserakan dimana–mana. Kumuh benar–benar kumuh.

Kundang  memiliki gank pasar yang hobinya memalak orang, atau bisa disebut preman pasar. Ibunya selalu berdoa supaya Kundang menjadi anak yang benar, menjadi anak yang baik, dan berharap bisa membantu ibunya berjualan soto mie keliling. Suatu ketika kundang berulang tahun yang ke-20 tahun. Ibunya memberikan hadiah Al-Quran untuk dibaca, karena ia tidak pernah shalat apalagi membaca Al-Quran, maksud dari ibunya supaya Kundang tobat, mungkin ia bisa sadar, ibunya tidak lelah–lelah untuk mendoakan kebaikan untuknya.

Al-Quran untuk anakku...

Selamat ulang tahun Kundang, anakku sayang, ini kado buat kamu, Nak”, pinta ibunya sambil menyerahkan kado. Kundang hanya tersenyum dan tidak berucap satu katapun, ia segera membuka kado itu dan ketika melihat isinya adalah Al-Quran. “Apaan nih?! Gak ada yang lebih bagus apa, kitab ga jelas, gue aja ga bisa baca huruf keriting kaya gini. Ulang tahun bukannya dikasih apa kek, yang bagus, motor kek, duit juga gapapa, malah ginian! Ga mutu banget sih!” cela Kundang sambil memberinya kembali ke ibunya dengan kasar. “Astaghfirullah, ngomong apa kamu, Nak? Dasar anak ga tau sopan santun, keluar kamu, saya ga sudi punya anak ga berguna seperti kamu, ga ada sopan santunnya!” teriak ibunya. “Oh, gue ga guna, gimana mau guna, duit aja ga punya buat kuliah, yah jadi orang ga guna, pantes aja, dasar ibu ga bertanggung jawab!”  bentak Kundang.Eh, kurang ajar kamu, bukannya bantuin ibu jualan”, dengan kasar juga ibunya menampar Kundang. Kundang langsung berlari entah kemana.

Gedung...

Ia berlari ke atas gedung–gedung tua yang sudah tidak terpakai, dan berteriak, “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa”,  ia melampiaskan kemarahannya, ia benci mengapa ia terlahir sebagai orang tidak mampu, ia benci kepada ayahnya yang berlayar dan tidak pulang–pulang. Ia benci terlahir ke dunia. Ia benci kehidupan ini. Sebenarnya Kundang orang yang sangat cerdas, tetapi kemampuan ekonomi dan lingkungannya yang membuat ia menjadi pribadi yang kasar dan pemberontak itu.

Apa yang akan dilakukan oleh Kundang?
Akankah ia kembali ke Ibunya atau justru mengakhiri hidupnya?

Nantikan kelanjutan kisah Kundang pada tulisan berikutnya… 🙂

Sumber Gambar:
“Jakarta..”

http://freepoison.files.wordpress.com/2010/08/photo_lg_jakarta.jpg

“Kumuh…”
http://v-images2.antarafoto.com/gpr/1287565501/peristiwa-produksi-sampah-jakarta-01.jpg

“Al-Quran untuk anakku…”
http://ervakurniawan.files.wordpress.com/2011/07/al-quran-3.jpg

“Gedung….”
http://tatyalayung.blogspot.com/

Diedit oleh:
Bimo Adriawan

About BEM GAMA FIB

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: